Posyandu Istimewa di Kutawargi: Edukasi Komprehensif Cegah Stunting dan DBD
Kutawargi, 3 Juli 2025
Penulis : KKN Kutawargi 2025
Kutawargi, 6 Juli 2025 – Suasana Posyandu di kediaman Bidan Desa Lisnawati, S.Keb., di Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, hari ini terasa berbeda. Bertepatan dengan jadwal rutin Posyandu, digelar pula kegiatan edukasi serta pemeriksaan kesehatan gratis yang fokus pada dua isu krusial: stunting dan demam berdarah dengue (DBD).
Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi. Para ibu dan balita yang datang untuk imunisasi dan penimbangan rutin sangat tertarik dengan sesi edukasi. Keistimewaan acara ini terletak pada kehadiran narasumber kompeten, yaitu Duta Genre Kabupaten Karawang dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Edukasi Komprehensif: Mengikis Stunting, Memberantas DBD Sesi edukasi dibuka dengan pemaparan tentang stunting. Duta Genre Kabupaten Karawang dengan lugas menjelaskan bahaya stunting bagi tumbuh kembang anak, faktor-faktor penyebabnya, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini, mulai dari gizi ibu hamil, ASI eksklusif, hingga pola asuh yang tepat. Bahasa yang mudah dipahami membuat materi ini terserap baik oleh para peserta.
Tak kalah penting, mahasiswa KKN Unsika kemudian mengambil alih untuk mengedukasi tentang pencegahan DBD. Mereka memaparkan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, gejala DBD, dan langkah-langkah 3M Plus (Menguras, Menutup, Mendaur ulang, serta Plus tindakan pencegahan lainnya) sebagai kunci utama membasmi sarang nyamuk di lingkungan rumah dan sekitar. Diskusi interaktif juga terjadi, di mana warga aktif bertanya dan berbagi pengalaman.
Cek Kesehatan dan Antropometri Gratis Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi seluruh warga yang hadir. Tekanan darah, gula darah, dan pemeriksaan umum lainnya dilayani oleh Bidan Lisnawati dan tim kesehatan lainnya. Yang tak kalah penting adalah layanan antropometri gratis, yaitu pengukuran tinggi dan berat badan anak-anak, yang krusial untuk mendeteksi dini indikasi stunting.
Bidan Lisnawati, S.Keb., mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Kolaborasi dengan Duta Genre dan adik-adik mahasiswa KKN ini sangat membantu kami dalam menyebarkan informasi kesehatan yang vital. Pencegahan stunting dan DBD adalah tanggung jawab kita bersama.
Dengan terselenggaranya kegiatan Posyandu yang terintegrasi dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan komprehensif ini, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Kutawargi terhadap bahaya stunting dan DBD semakin meningkat, sehingga tercipta generasi yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih aman dari ancaman penyakit.